PENGERTIAN STUDI ISLAM
Studi Islam secara etimologis merupakan terjemahan dari Dirasah Islamiah dalam bahasa Arab. Dalam studi Barat, studi Islam dikenal sebagai Islami Studies. Jadi, studi Islam secara harfiah adalah kajian tentang hal-hal yang berkaitan dengan Islam. Sedangkan pemahaman terminologi studi Islam dalam pembahasan ini merupakan kajian yang sistematis dan terpadu yang bertujuan untuk menggali, memahami, dan menganalisis secara mendalam hal-hal yang saling berkaitan dengan agama Islam, pokok-pokok ajaran Islam, sejarah Islam dan pelaksanaannya, aplikasi praktis dalam hidup.
Secara teori, Islam adalah agama yang ajarannya diturunkan kepada umat manusia oleh Allah Swt melalui Nabi Muhammad Saw sebagai Rasul. Islam sejati menawarkan ajaran yang tidak hanya terkait dengan berbagai aspek kehidupan manusia. Sumber-sumber petunjuk Islam yang merupakan bagian penting dari studi Islam, dimasukkan ke dalam ajaran dan model Islam yang tidak lepas dari sumber aslinya, yaitu Al-Qur'an dan Hadits secara murni tanpa dipengaruhi sejarah, seperti ajaran tentang akidah, ibadah, dan akhlak. (Abuddin Nata, 1998: 104)
Penggunaan istilah studi Islam bertujuan untuk mengungkapkan beberapa maksud. Pertama, studi Islam yang dikonotasikan dengan aktivitas-aktivitas dan program-program pengkajian dan penelitian terhadap agama sebagai objeknya, seperti pengkajian tentang konsep zakat profesi. Kedua, studi Islam yang dikonotasikan dengan materi, subjek, bidang, dan kurikulum suatu kajian atas Islam, seperti ilmu-ilmu agama Islam (fikih atau kalam). Ketiga, studi Islam yang dikonotasikan dengan institusi-institusi pengkajian Islam, baik dilakukan secara formal di perguruan tinggi, maupun yang dilakukan secara non formal, seperti pada forum-forum kajian dan halaqah-halaqah. Dengan demikian, istilah studi Islam bisa dipergunakan di kalangan akademis secara bebas. (Rozali, 2020: 3)
TUJUAN STUDI ISLAM
Studi Islam memiliki tujuan untuk menunjukkan relasi Islam dengan berbagai aspek kehidupan manusia, menjelaskan spirit (jiwa) berupa pesan moral dan value yang terkandung di dalam berbagai cabang studi Islam, respon Islam terhadap berbagai paradigma baru dalam kehidupan sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta munculnya filsafat dan ideologi baru serta hubungan Islam dengan visi, misi dan tujuan ajaran islam. (Abuddin Nata, 2011: 9) Studi Islam merupakan sebuah usaha untuk mempelajari Islam secara mendalam dan segala bentuk seluk-beluk yang berhubungan dengan agama Islam. Studi Islam ini mempunyai tujuan yang jelas, yang sekaligus menunjukkan arah studi Islam tersebut. Dengan arah dan tujuan yang jelas, dengan sendirinya, studi Islam merupakan usaha sadar dan tersusun secara sistematis.
Arah dan tujuan studi Islam dapat dirumuskan sebagai berikut:
- Untuk mempelajari secara mendalam apa sebenarnya (hakikat) agama Islam itu, dan bagaimana posisi serta hubungannya dengan agama-agama lain dalam kehidupan budaya manusia. Sehubungan dengan hal ini, studi Islam dilaksanakan berdasarkan asumsi bahwa sebenarnya agama diturunkan Allah Swt, adalah untuk membimbing dan mengarahkan serta menyempurnakan pertumbuhan dan perkembangan agama-agama dan budaya umat manusia di muka bumi. Agama-agama yang pada mulanya tumbuh dan berkembang berdasarkan pengalaman dan penggunaan akal serta budi daya manusia, diarahkan oleh Islam menjadi agama monoteisme yang benar. Sementara itu, Allah Swt telah menurunkan ajaran Islam sejak fase awal dari pertumbuhan dan perkembangan akal dan budi daya manusia tersebut. Kemudian silih berganti Rasul-Rasul telah diutus Allah Swt, untuk menyampaikan ajaran agama Islam, guna meluruskan dan menyempurnakan perkembangan akal dan budi daya manusia serta agama mereka menjadi agama tauhid.
- Untuk mempelajari secara mendalam pokok-pokok isi ajaran agama Islam yang asli, dan bagaimana penjabaran dan operasionalisasinya dalam pertumbuhan dan perkembangan budaya dan paradaban Islam sepanjang sejarahnya. Studi ini berasumsi bahwa agama Islam adalah agama fitrah sehingga pokok-pokok isi ajaran Islam tentunya sesuai dengan fitrah manusia. Fitrah adalah potensi dasar, pembawaan yang ada dan tercipta dalam proses penciptaan manusia. Potensi fitrah inilah yang menyebabkan manusia hidup, tumbuh, dan berkembang, mempunyai kemampuan untuk mengatur perikehidupannya, berbudaya, dan membudidayakan lingkungan hidupnya. Dari potensi fitrah ini lah, manusia mampu mengatur dan menyusun suatu sistem kehidupan dan lingkungan budaya yang mewadahi kehidupan dan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup bersama masyarakatnya. Sebagai agama fitrah, pokok-pokok isi ajaran agama Islam tersebut akan tumbuh dan berkembang secara operasional dan serasi bersama dengan pertumbuhan dan perkembangan fitrah manusia tersebut.
- Untuk mempelajari secara mendalam sumber dasar ajaran agama Islam yang tetap abadi dan dinamis, dan bagaimana aktualisasinya sepanjang sejarah. Studi ini berdasarkan asumsi bahwa agama Islam sebagai agama samawi terakhir membawa ajaran-ajaran yang bersifat final dan mampu memecahkan masalah-masalah kehidupan manusia, menjawab tantangan dan tuntutannya sepanjang zaman. Sumber dasar ajaran agama Islam akan tetap aktual dan fungsional terhadap permasalahan hidup dan tantangan serta tuntutan perkembangan zaman tersebut. Sementara itu, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan zaman yang berlangsung terus-menerus dan berkelanjutan, permasalahan dan tantangan serta tuntutan hidup manusia pun bertumbuh-kembang menjadi semakin kompleks dan menimbulkan pertumbuhan dan perkembangan sistem kehidupan budaya dan peradaban manusia yang semakin maju dan modern.
- Untuk mempelajari secara mendalam prinsipprinsip dan nilai-nilai dasar ajaran agama Islam, dan bagaimana realisasinya dalam membimbing dan mengarahkan serta mengontrol perkembangan budaya dan peradaban manusia pada zaman modern ini. Asumsi dari studi Islam adalah bahwa agama Islam yang diyakini mempunyai misi sebagai Rahmatan lil alamin tentunya mempunyai nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar yang bersifat universal, yang mempunyai daya dan kemampuan untuk membimbing, mengarahkan, mengontrol dan mengendalikan faktor-faktor potensial dari pertumbuhan dan perkembangan sistem budaya dan peradaban modern. Di dalam era globlal, umat manusia semakin membutuhkan nilai-nilai dan normanorma yang bersifat universal, yang diterima oleh seluruh umat manusia untuk mengontrol, dan mengendalikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih. (Rosihon Anwar, 2009: 34-37).
Dengan mengemukakan tujuan-tujuan tersebut, tampaklah karakteristik dari studi Islam yang selama ini dikembangkan di perguruan tinggi tidak bersifat konvensional, tetapi lebih bersifat memadukan antara studi Islam di kalangan umat Islam sendiri (yang bersifat subjektif doktriner) dan kalangan luar Islam yang bersifat ilmiah. Oleh karena itu, tampilannya lebih banyak diwarnai oleh analisis kritis terhadap hasil-hasil studi dari kedua usaha studi Islam tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar